Berbagai Macam Mahluk Penghisap Darah

1. Kutu Loncat 
Walaupun ada berbagai serangga yang memakan darah, kutu adalah kelompok terbesar lebih dari 2000 spesies yang diketahui beradatasi dengan hidup dari darah mamalia.

Memiliki tubuh yang tipis namun padat seperti lapis baja menjadi senjata yang sempurna untuk menyeruak di antara bulu-bulu tebal, sehingga menyulitkan upaya “tuan rumah” untuk mencakar atau menggigit mereka keluar.

Kutu tidak pernah punya sayap (yang akan memperlambat pelarian mereka) tapi kompensasinya, memiliki kaki-kaki yang luar biasa, yang memungkinkan mereka untuk melompat lebih dari 200 kali panjang tubuh mereka.

Mereka memulai hidup sebagai larva (seperti belatung) yang tidak menggigit, tetapi memakan hasil sekresi seperti kulit mati, rambut, bulu atau bahkan sampah orang tua mereka.

Beberapa spesies yang dikenal sebagai “sticktight” punya metode makan yang mengerikan. Mereka menyusup jauh ke bawah kulit mamalia, membengkak sampai ukuran kacang polong, meletakkan telurnya dan mati, masih tertanam dalam daging. Hal ini jadi penyebab infeksi bakteri.

 
2. Kutu Busuk
Awalnya hanya disebut serangga dari ordo Hemiptera, yang meliputi kutu busuk,waterbugs, kutu daun, jangkrik dan banyak lainnya. Kebanyakan serangga ini tidak berbahaya, tetapi yang jahat adalah “kutu busuk” di antara beberapa varietas parasit.

Sesuai dengan nama mereka, makhluk-makhluk ini bersembunyi di berbagai tempat (seperti kasur dan bantal kamu) untuk menghisap darah saat mangsanya tidur.

Mereka beradaptasi secara cepat terhadap pestisida sehingga sangat sulit untuk dibasmi.  Adaptasi yang cepat ini disebabkan sebagian kebiasaan keras mereka Bereproduksi; untuk kawin, laki-laki harus mengalahkan yang lebih besar, lalu kawin dengan betina dengan cara menikam melalui exoskeletonnya (alat kelamin berbilah) dan betina harus cukup kuat untuk bertahan dari luka-luka untuk meletakkan telur.  Artinya hanya pasangan kutu yang tangguh yang akan melahirkan bayi-bayi kutu baru.

Pada beberapa spesies eksotik, kutu busuk betina bahkan memiliki lingga berbilah sendiri, membuat perkawinan mereka seperti pertandingan anggar penuh kekerasan.

3. Lintah 
Terkait dengan cacing tanah dan Annelida lainnya, lintah dapat ditemukan di seluruh dunia baik di darat dan di air. Kebanyakan spesies ini karnivora, menggerogoti invertebrata kecil atau bahkan telur ikan dan katak.
Lintah haematophagous dipersenjatai dengan lingkaran seperti gigi dan anestesi, senyawa antikoagulan dalam air liur mereka, yang memungkinkan mereka untuk membuat irisan kecil tanpa rasa sakit pada mangsa mereka yang menyemburkan darah selama berjam-jam.

Zaman dulu,  lintah diyakini dapat mengobati hampir semua penyakit dengan menghapus kelebihan darah “buruk”. Bahkan sekarang banyak pula pengobatan alternatif menggunakan cara ini.

Ternyata lintah lebih kompleks dari yang kita pikirkan. Lintah memiliki beberapa hati, juga banyak otak dan pada beberapa spesies mempunyai sekelompok mata kecil.

4. Ngengat Vampir

Kebanyakan ngengat dan kupu-kupu memakan nektar atau bahkan tidak pernah makan sama sekali, masa hidupnya hanya cukup untuk kawin.

Ngengat menggunakan belalai tajam untuk mengebor melalui kulit menuju aliran darah mamalia. Saat darah inang mengalir melalui mulutnya, hal itu menyebabkan mahluk kecil ini untuk mengait ke dalam daging sampai proses makan selesai.
Kebalikannya dengan nyamuk, hanya ngengat jantan yang menjadi vampir – ia menggunakan sumber energi alternatif ini dengan baik, karena ngengat betina menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk beristirahat dan menunggu sementara laki-laki dibiarkan untuk berpetualang jauh serta mencari pasangan lain.

 

5. Kelelawar Vampir 
Hewan yang satu ini rasanya paling terkenal dari semua mahluk peminum darah.
Hanya ada tiga jenis kelelawar vampir atau Desmodontidae, semua asli Amerika. Mereka adalah satu2nya kelelawar yang bisa berjalan dan bahkan berdiam lama di tanah, hal itu memungkinkan mereka untuk dekat dengan hewan tidur yang lebih besar dan merayap pada mereka.

Cara makan: gigi tajam bak pisau cukur membuat irisan kecil di daging mangsanya dengan sedikit rasa sakit, dan air liur mengandung antikogulan membuat darah korban mengalir lancar siap diminum.

Sementara hampir semua kelelawar komunal, kelelawar vampir adalah kelelawar yang dikenal suka merawat anak mereka, bahkan mengadopsi anak kelelawar vampir lain yang yatim piatu dan menganggapnya sebagai anak mereka sendiri.

 

6. Lamprey 

Agnatha atau “ikan tanpa rahang” pernah menjadi vertebrata planet bumi ini, muncul jutaan tahun yang lalu di jaman purba yang dikuasai oleh moluska bertentakel dan artropoda berduri.

Saat ini, contoh hidup dari nenek moyangnya adalah “slime hags” scavenging dan pengisap darah berwajah “lamprey.”

Lamprey suka menempel pada ikan lain dan menyusup melalui daging sampai mereka mencapai darah atau cairan tubuh lainnya, dan mungkin membunuh sang mangsa yang tidak cukup kuat untuk bertahan dari banyak cairan atau darah yang hilang

Meskipun mereka tampak primitif dan ganas, lamprey juga ibu berbakti yang bermigrasi jauh untuk bertelur dan secara hati-hati membuat tumpukan batu untuk menjadi sarang pelindung telur-telur mereka.

 

7. Candiru 
Mahluk dari Amazon ini terkenal karena kebiasaan langka yang berenang ke dalam uterus dan saluran pembuangan mamalia besar (seperti manusia) yang cukup bodoh untuk buang air kecil di sungai.

Tubuh mungil mereka, secara khusus disesuaikan dengan insang yang mendeteksi bagian tubuh korban yang kaya akan darah, dan saat itulah mereka menggunakan rahang kecil untuk menggigit

 

8. Siput Torpedo
Mungkin ini adalah mahluk yang tak seperti vampir, Cancellaria cooperi.

Siput lambat tapi persisten, dapat mencium lapisan lendir beberapa kaki jauhnya, dan menggunakan tabung panjang dan tipis untuk mengalirkan darah tanpa menyebabkan ikan merasa sakit atau tidak nyaman.

9. Burung Pipit Vampir

Tidak ada hewan lain yang mungkin begitu aneh seperti septentrionalis Geospiza difficilis, burung yang hanya diketahui secara teratur mengkonsumsi suplemen diet dengan darah segar.

Pipit yang belajar untuk memakan darah dari luka untuk makanan tambahan kecil ini mungkin hewan yang bisa beradaptasi dengan baik. Karena saat makanan di pulau ini banyak berkurang, sehingga mereka perlahan-lahan bergeser menjadi hewan pemakan darah.

 
10. Lalat
Diptera adalah lalat yang hidup dengan menghisap darah. Selain itu ada juga yang disebut “Lalat kuda” – bentuknya sedikit lebih kasar, menggunakan mulut seperti pisau cukur bermata untuk mengiris daging terbuka dan meminum darah yang merembes keluar.
Lebih tidak biasa adalah Hippoboscidae atau “louseflies,” beberapa di antaranya hidup di dalam mangsa besar mereka samapi dewasa dan bahkan tidak punya sayap!

Bahkan ada lalat dengan larva pengisap darah , seperti “Belatung lantai dari Kongo”  minum darah korban yang sedang tidur dengan mulut mereka yang seperti lintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s