Kembalinya Striker Kelas Dunia, Fernando Torres

 Fernando Torres. Siapa yang tak kenal dengan nama pemain yang satu ini. Dia memiliki segala atribut yang dibutuhkan untuk menjadi striker kelas dunia. Penuh talenta, cepat, kuat, mengesankan di udara, dan sangat berbahaya di muka gawang lawan.

Tendangan yang keras dan akurasi yang sangat baik menjadi andalan pemain yang satu ini. Koleksi 147 gol saat bersama dengan dua mantan klubnya, Atletico Madrid dan Liverpool, menjadi bukti bahwa pemain kelahiran Fuenlabrada, Madrid, ini adalah striker yang luar biasa.

Namun, kehebatannya dalam membobol gawang lawan sempat hilang begitu saja kala ia memutuskan hijrah ke London bersama Chelsea. Dia hanya mampu menorehkan 3 gol dari 36 laga yang dimainkannya. Dengan capaian ini, rekor pembelian Torres oleh Chelsea yang mencapai 50 juta poundsterling atau sekitar Rp 726,6 miliar itu tidak sesuai dengan performanya di lapangan. Talentanya yang luar biasa seperti hilang begitu saja.

Buruknya performa Torres membuat dirinya juga harus dicoret dari skuad tim nasional Spanyol kala menghadapi Venezuela. Padahal, saat itu, Spanyol tengah didera krisis striker setelah ditinggal David Villa.

“Mandul” setelah hengkang

Tak pernah ada penjelasan khusus mengenai prestasi Torres yang sempat mandul setelah pindah ke Chelsea. Namun, mantan agen Torres, Antonio Sanz, pernah mengungkapkan bahwa mandulnya penyerang berusia 27 tahun itu justru karena pilihannya hengkang ke Chelsea.

“Benar bahwa statistik Torres tidak bagus dan itu alasan kenapa dia tak bersama Spanyol untuk laga melawan Venezuela. Namun, saya tak berpikir Torres punya masalah. Ini hanya karena Chelsea tak membantu Torres kembali ke performa terbaiknya,” ujar Sanz seperti dilansir Daily Mail.

Bisa jadi, alasan yang diungkapkan oleh Sanz masuk akal. Pasalnya, sejak menjalani debut, Torres selalu menorehkan gol. Ketika masih berusia 15 tahun dan berseragam Atletico Madrid, dia dikirim untuk mengikuti kejuaraan tim U-15 Piala Nike menghadapi tim-tim muda dari klub Spanyol dan Eropa. Dengan kemampuannya yang luar biasa, Torres menjadi pemain terbaik di turnamen ini.

Debutnya di Atletico juga terbilang luar biasa. Saat itu, dia menjadi pemain termuda dalam skuad dengan usia 19 tahun. Meski hanya mencetak enam gol dari 36 laga yang dijalaninya, dia tetap berhasil membawa timnya dipromosikan ke La Liga. Kejutannya, pemain yang berhasil mengoleksi total 82 gol dalam liga tertinggi itu juga berhasil membawa Atletico menjadi runner-up Copa Del Rey.

Musim terbaiknya terjadi ketika hengkang ke Liverpool pada tahun 2007. Dalam musim pertamanya bersama “The Reds”, dia berhasil mencetak 31 gol sehingga menjadikannya pemain yang sangat ditakuti saat itu di daratan Inggris, bahkan Eropa.

Kemandulan prestasi selama di Chelsea di bawah kepemimpinan mantan pelatih Andre Villas-Boas jelas dipertanyakan. Setelah AVB dipecat, pelatih sementara Chelsea, Roberto Di Matteo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pemain bernomor punggung 9 itu.

Di Matteo bahkan mengatakan bahwa Torres mengalami masalah psikologis. Dia menilai, pemain depannya itu mengalami penurunan rasa percaya diri. Namun, sebagai pemimpin tim, Di Matteo mendorongnya dengan keyakinan bahwa Torres akan kembali ke performa terbaiknya dan mencetak banyak gol. Menurut pelatih asal Italia itu, Torres hanya perlu kembali berkonsentrasi memainkan sepak bola dengan sederhana.

“Dia memiliki masalah psikologis dan hanya Fernando yang dapat mengatasinya. Jika dia membutuhkan saya, maka saya selalu ada di sini, tetapi jelas, perubahan harus datang dari dirinya,” kata Di Matteo kepada The Sun seperti dilansir Soccernet.

Memberi bukti

Kritikan demi kritikan yang dilayangkan kepadanya benar-benar tajam. Bahkan, sejumlah pihak mengklaim masa kejayaan Torres sudah selesai. Namun, seiring dengan perubahan kepemimpinan di skuad “The Blues”, Torres mulai membuktikan dirinya. Dia keluar dari paceklik golnya yang sudah memasuki bukan kelima.

Stamford Bridge menjadi saksi kembalinya kehebatan Torres saat Chelsea membungkam Leicester City dengan skor 5-2 di ajang FA Cup, Minggu (18/3/2012). Torres mencetak dua golnya pada menit ke-67 dan ke-85. Seperti dilansir The Sun, baginya, gol-gol yang dicetaknya ini tak lepas dari kepercayaan yang diberikan oleh orang-orang di sekitarnya.

“Saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya. Tugas striker adalah mencetak gol. Jika Anda tidak melakukannya, maka orang berpikir Anda sedang bermain buruk. Akan tetapi, orang-orang (suporter), rekan-rekan, dan staf mendukung saya, dan saya merasa mendapat kepercayaan dari manajer sekarang. Ini saat yang tepat untuk Chelsea,” katanya.

Data singkat Fernando Torres

Nama lengkap : Fernando José Torres Sanz
Tanggal lahir : 20 Maret 1984
Tempat lahir : Fuenlabrada, Comunidad de Madrid, Spanyol
Tinggi : 1,83 cm
Posisi bermain : Striker

Karier senior:
2001-2007 Atletico Madrid
2007-2011 Liverpool
2011- Chelsea

KOMPAS.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s